Selasa, 05 Mei 2009

Elang

SEBUAH PILOSOFI KEHIDUPAN


Tahukah anda bahwa Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umur dari seekor elang dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang teramat sangat berat pada umurnya yang ke 40.

Ketika seekor elang telah berumur 40 tahun, terjadi perubahan pada dirinya yaitu cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dansippps membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya yang biasa membuatnya terbang menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang dihadapkan pada 2 pilihan yaitu menunggu kematian atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan bagi dirinya yaitu suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.

Kenapa itu disebut menyakitkan?? karena untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Apa makna dalam cerita ini??

Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.

Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu.

Bersiaplah untuk menghadapi perubahan..persiapkan diri..hadapi semuanya dengan keyakinan kita pasti bisa..

Kamis, 12 Maret 2009

Sistem Proteksi Tenaga Listrik

Pada suatu jaringan / sistem tenaga listrik, tidak akan pernah terlepas dari adanya gangguan / fault. Gangguan yang dapat terjadi pada sistem yaitu :

1. Gangguan simetris, dan
2. Gangguan asimetris.

Keterangan gambar :
1. gangguan satu fasa ke tanah
2. gangguan antar fasa
3. gangguan dua fasa ke tanah
4. gangguan tiga fasa
5. gangguan tiga fasa ke tanah


Gangguan simetris contohnya adalah : gangguan hubung singkat 3 phasa (phase to phase atau phase to ground).
Gangguan asimetris contohnya adalah : gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah, gangguan hubung singkat dua fasa ke tanah, dan gangguan antar fasa.

Ketika terjadi gangguan maka kestabilan sistem akan terganggu, dan akan mengakibatkan suplai daya listrik ke konsumen juga akan terganggu. Bahkan bukan itu saja, adanya gangguan yang terjadi akan dapat menimbulkan bahaya baik bagi manusia ( keselamatan) ataupun kerusakan pada peralatan yang digunakan.


Untuk meminimalkan bahaya yang terjadi akibat adanya gangguan maka diperlukan suatu sistem proteksi. Dalam merancang sistem proteksi dikenal beberapa falsafah proteksi yaitu :
  1. Selectivity, adalah kemampuan proteksi untuk mengetahui pada titik mana terjadi gangguan sehingga dapat memilih circuit breaker yang mana yang terbuka. Dengan demikian maka bagian yang mengalami gangguan saja yang diputuskan (dikeluarkan dari sistem)
  2. Reliability, terbagi menjadi dua yaitu ketergantungan (Dependability) dan keamanan (security). Ketergantungan yaitu peralatan proteksi akan trip jika diperintahkan demikian, sedangkan keamanan yaitu kecakapan dari sistem proteksi untuk menghindarkan sampai tidak bekerjanya sistem pada saat terjadi gangguan.
  3. Sensitivity, mampu mendeteksi dalam ukuran yang terkecil sekalipun dan beroperasi dengan benar sesuai dengan settingnya untuk mencegah terjadinya kerusakan fatal.
  4. Speed, peralatan proteksi direncanakan untuk mengetahui gangguan dan bekerja secepat mungkin ketika terjadi gangguan.
  5. Simplicity, peralatan proteksi yang digunakan harus mampu memberikan proteksi maksimum dengan peralatan yang minimum. Hal ini berhubungan erat dengan faktor ekonomi.
Peralatan yang digunakan dalam sistem proteksi yaitu :
  1. Relay / rele
  2. Circuit Breaker (CB)
  3. Current Transformer (trafo arus)
  4. Potential Transformer (trafo tegangan)
  5. DC Power Suply